Upacara Merti Bumi Tunggul Arum, diselenggarakan oleh masyarakat Dusun Tunggul Arum, Kelurahan Wonokerto, Kecamatan Turi, Sleman. Upacara Merti Bumi ini bertujuan untuk :
- Mengucap tanda syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, bahwa warga dusun diberikan rasa damai, tentram, dan sejahtera.
- Melestarikan adat-istiadat dan tradisi yang berlaku sejak dulu (pelestarian budaya).
- Merintis agar Dusun Tunggul Arum dapat diangkat sebagai tujuan wisata di Kabupaten Sleman khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta pada umumnya.
Sebelum tahun 1961, Dusun Tunggul Arum ini terletak di sebelah barat sekitar 2 KM dari letaknya sekarang. Karena tempat ini rawan gempa Gunung Merapi dipindahkan ke sebelah timur, letaknya yang sekarang ini. Setelah dipindahkan suasana dusun dirasakan aman, tenteram, bebas dari gempa Gunung Merapi. Untuk itulah masyarakat Dusun Tunggul Arum setiap bulan Sapar (bulan Jawa) minggu pertama menyelenggarakan Upacara Merti Dusun.
Upacara Merti Dusun Tunggul Arum diselenggarakan di dusun baru dan lama. Pelaksanaannya diawali dari Balai Dusun Tunggul Arum menuju ke Dusun Tunggul Arum yang lama. Di tempat lama terdapat tempat yang dikeramatkan yaitu Goa Semar atau Kyai Marmonotopo.
Tempat ini sering digunakan sebagai tempat untuk laku prihatin, tapa, semedi atau tirakat. Pelaksanaan upacara dipimpin oleh Lurah Wonokerto dan diikuti oleh masyarakat setempat, perangkat desa, dan pengunjung dari luar desa, tokoh-tokoh masyarakat setempat.
Tujuan dan maksdu peserta mengikuti upacara untuk membantu dengan sadar melestarikan adat dan tradisi, mereka yang ingin mendapat berkah (ngalab berkah), dan sekedar ingin mengetahui upacara.
TEKNIS PELAKSANAAN
Pelaksanaan upacara pada intinya mengarak :
- Air dari Sendang Pancuran yang dianggap keramat oleh masyarakat, terutama golongan tua.
- Tombak Pusaka Tunggul Wulung
- Bambu pusaka yang dinamakan Pringwali, peninggalan Sunan Goseng
Benda-benda keramat ini diarak dari Dusun Tunggul Arum yang baru ke Dusun Tunggul Arum yang lama.
Sesaji atau peralatan shodaqoh berisi antara lain :
- Kenduri lengkap : peyek, tonto, ayam kembaran, tumpeng, golong, nasi gurih
- Buah-buahan hasil bumi dusun setempat : salak, jeruk, rambutan, semangka, pisang, dan nanas.
Peralatan yang diperlukan antara lain : tempat untuk menggotong kenduri dibuat dari bambu. Juga dilengkapi dengan tambir, piring, baskom, tampah. Peralatan ini disusun di Balai Dusun Tunggul Arum yang akan diarak mengikuti benda-benda keramat tadi.
Prosesi upacara sengat sederhana. Hanya selamatan kenduri yang dipimpin rois. Setelah rois selesai membacakan doa, sesaji tadi dibagi-bagikan kepada peserta. Sesaji yang disertakan melambangkan ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha esa. Ini menandai Upacara selamatan Tunggul arum selesai.
